Berita Terkini

Berita Terkini

DIRJEN PENDIS LANTIK KHOIRUL ANAM  JADI KEPALA MAN IC SERPONG

JAKARTA — Estafet kepemimpinan MAN Insan Cendekia (IC) Serpong resmi berganti. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amin Suyitno, melantik Khoirul Anam sebagai Kepala MAN IC Serpong yang baru di Ruang Rapat Ditjen Pendis Lantai 8, Kemenag RI, Jakarta, Senin (7/9/2026). Prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat dengan disaksikan sejumlah pejabat utama Kemenag RI, di antaranya Direktur GTK Fesal Musaad dan Kepala Biro SDM Muhammad Zain. Turut hadir jajaran Komite Madrasah, tokoh masyarakat, serta jajaran pegawai Kemenag. Dalam amanatnya, Amin Suyitno menegaskan status MAN IC Serpong sebagai salah satu madrasah rujukan nasional yang konsisten mengukir prestasi. Kehadiran Kurikulum International Baccalaureate (IB) di lembaga tersebut dinilai menjadi pijakan kuat untuk memperkuat daya saing lulusan di ranah internasional. “MAN IC Serpong adalah madrasah unggulan dan berprestasi. Penerapan Kurikulum IB menjadi keunggulan strategis kita dalam membangun daya saing global,” puji Amin dalam pengarahannya. Amin menaruh harapan besar agar kepemimpinan Khoirul Anam mampu merawat budaya prestasi, mendorong inovasi, serta memperluas jejaring kolaborasi. Strategi ini dinilai krusial demi mencetak generasi muda berwawasan global yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman. “Selamat kepada Khoirul Anam atas amanah barunya. Semoga sukses membawa MAN IC Serpong semakin maju dan terus berkiprah, baik di tingkat nasional maupun global,” tutupnya. Pelantikan ini menjadi tonggak awal bagi MAN IC Serpong untuk menghadirkan semangat dan terobosan baru dalam mempertahankan predikatnya sebagai madrasah unggulan di Indonesia.

Berita Terkini

BERKENALAN DENGAN FATIH, KETUA OSIS MAN ICS 2026-2027

Namanya adalah Fatih Alif Pratama. Dia saat ini duduk di kelas sebelas tiga. Fatih lahir di Jakarta, tepatnya Jakarta Selatan. Hobinya adalah olahraga, fotografi, dan organisasi. Fatih terpilih menjadi ketua umum OSIS MAN Insan Cendekia Serpong dalam sebuah pemilihan suara yang melibatkan seluruh civitas madrasah, dan dilantik pada tanggal 17 Agustus 2026. Sebagai bekal berorganisasi, Fatih mempunyai pengalaman sebagai berikut: Ketua OSIS MTsN 1 Jakarta, 2023-2024 dan Anggota Divisi PPBN (Pendidikan Pendahuluan Bela Negara) OSIS MAN Insan Cendekia Serpong, 2025-2026. Prestasi yang pernah diraihnya di sekolah adalah Silver Medalist War Robo Category, at Robotics Talent, Silver Medalist Creative Robot Category, at Jakarta Madrasah Competition 2024, dan Silver Medalist Best Strategy Robomind Transporter, at International Robotics TalentCompetition 2024 Selangor,Malaysia. Fatih membawa visi yaitu Menjadikan OSIS Cendekia sebagai organisasi siswa yang berkarakter, adaptif, efektif serta menjadi katalisator masyarakat MAN Insan Cendekia Serpong dengan berlandaskan pada nilai keagamaan, kedisiplinan tinggi, serta budaya Insan Cendekia. Dia juga mempunyai misi yaitu sebagai berikut: menanamkan nilai-nilai iman dan taqwa dalam setiap pengurus, sebagai fondasi pembentukan OSIS MAN Insan Cendekia Serpong yang berkarakter, menanamkan prinsip kedisiplinan tinggi dan budaya kerja yang profesional untuk memastikan efisiensi serta ketepatan waktu pelaksanaan program kerja, menjadikan tradisi dan budaya Insan Cendekia sebagai kompas moral utama dalam setiap pengambilan keputusan serta pergerakan organisasi, mentransformasi tata kelola administrasi dan sistem komunikasi OSIS berbasis platform digital yang adaptif, guna menjawab tantangan zaman yang dinamis, mengembangkan OSIS sebagai katalisator yang aktif dan responsif dalam merawat kebersamaan dan kesejahteraan (well-being) siswa MAN Insan Cendekia Serpong, mengoptimalkan kanal penyerapan aspirasi yang transparan dan inklusif demi mewujudkan solusi nyata atas dinamika kebutuhan miniatur masyarakat MAN Insan Cendekia Serpong, mengintegrasikan program kerja OSIS dengan seluruh lini ekstrakurikuler guna melejitkan potensi, kreativitas, dan pencapaian prestatif siswa secara utuh. Program andalan yang akan dijalankan Fatih Bersama 99 pengurus OSIS adalah pertama, program kerja yang bekerja sama dengan ekstrakulikuler agar membangun kembali siswa/i yang dapat mengembangkan minat dan bakatnya agar dapat menyempurnakan akademik serta non-akademik siswa/i MAN Insan Cendeki Serpong, kedua, program kerja yang jauh dari kata useless programs agar semua programm yang ada dapat berdampak dan bermanfaat bagi civitas MAN Insan Cendekia Serpong.

Berita Terkini

SISWA MAN IC SERPONG RAIH 3 MEDALI DI IESO 2026

TURIN, ITALIA — Kabar membanggakan kembali mengudara dari panggung sains internasional. Siswa berbakat asal MAN Insan Cendekia Serpong, Muhammad Ihsan, berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan memboyong tiga medali sekaligus pada ajang bergengsi International Earth Science Olympiad (IESO) 2026 yang diselenggarakan di kota Turin, Italia. Kompetisi ilmu kebumian tingkat dunia yang berlangsung sejak tanggal 20 hingga 27 Agustus 2026 tersebut menjadi bukti nyata ketangguhan dan kualitas akademis pelajar Indonesia. Ihsan berhasil bersaing ketat dengan ratusan talenta muda sains terbaik dari pelbagai negara di dunia dan tampil amat memukau dalam beragam kategori pengujian yang sangat ketat serta penuh tantangan kompetitif. Dalam ajang internasional yang amat bergengsi ini, Ihsan sukses mengamankan tiga penghargaan prestisius secara sekaligus untuk dibawa pulang ke Tanah Air, yaitu • Medali Perak (Silver Medal) pada kategori International Team Field Investigation (ITFI). • Medali Perunggu (Bronze Medal) pada kategori Earth System Project (ESP). • Medali Perunggu (Bronze Medal) pada kategori Individual Test. Pencapaian gemilang yang berhasil diraih oleh Ihsan ini tentu tidak didapatkan secara instan atau mudah. Ia bertanding mewakili Indonesia bersama tiga pelajar hebat lainnya setelah sukses melalui tahapan rangkaian seleksi nasional yang amat ketat serta mendapat pembinaan intensif dan pembekalan materi komprehensif dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kerja keras, ketekunan berlatih, serta penguasaan materi kebumian yang mendalam menjadi kunci utama di balik keberhasilannya menyumbangkan medali bergengsi bagi Indonesia di kancah internasional. Atas raihan yang amat membanggakan ini, ucapan selamat secara khusus disampaikan oleh Bapak Ipik Ernaka selaku Wakamad Humas dan Guru Asuhnya. “Selamat buat Ananda Ihsan. Semoga ini menjadi motivasi buat adik kelasnya,” tutur beliau dengan penuh rasa bangga dan haru. Sementara itu, Bapak Tri Harianto selaku Guru Pembina Olimpiade Kebumian MAN IC Serpong juga turut menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi yang sangat tinggi atas dedikasi, perjuangan pantang menyerah, dan pencapaian luar biasa yang telah ditunjukkan oleh Ihsan selama berkompetisi di Italia. Capaian manis ini semakin mempertegas posisi MAN Insan Cendekia Serpong sebagai lembaga pendidikan unggulan yang konsisten melahirkan generasi cendekia berdaya saing global. Keberhasilan Ihsan tidak hanya mengharumkan nama sekolah dan Kementerian Agama, melainkan juga membuktikan bahwa anak muda Indonesia sanggup berdiri sejajar dengan para peserta dari berbagai negara maju. Semoga torehan prestasi emas ini terus menjadi sumber pemicu semangat bagi seluruh generasi muda di tanah air untuk selalu berani bermimpi tinggi dan mengukir karya terbaik demi harumnya nama bangsa di arena dunia.

Berita Terkini

ALUMNI IC SERPONG SERUKAN KEADILAN

DEPOK — Momentum pelepasan wisudawan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) Semester Genap 2025/2026 terasa begitu hangat dan menginspirasi. Muhammad Fawwaz Farhan Farabi, alumnus MAN Insan Cendekia Serpong sekaligus mantan Ketua Umum BEM FH UI, tampil memukau sebagai keynote speaker dan wakil wisudawan di Balai Sidang dan Auditorium FH UI, Selasa (25/8/2026). Dalam orasinya, Fawwaz menyampaikan seruan mendalam mengenai pentingnya menjaga integritas, idealisme, serta kompas moral bagi para lulusan hukum. Di hadapan pimpinan fakultas, jajaran dosen, guru besar, dan ratusan wisudawan beserta keluarga, Fawwaz menegaskan bahwa pendidikan hukum tidak sekadar mengajarkan pasal dan regulasi, melainkan membentuk fondasi etika. “Gelar sarjana hukum bisa dipakai untuk membela kebenaran, tetapi bisa juga dipakai untuk merampoknya. Dan pilihan itu sepenuhnya ada di tangan kita,” tegasnya penuh pesan moral. Ia mengingatkan bahwa Indonesia membutuhkan generasi penegak hukum yang berani berpikir kritis demi memperkuat demokrasi dan memperbaiki tata kelola bangsa. Bagi Fawwaz, hukum yang tidak memihak pada kaum yang lemah bukan lagi wujud keadilan, melainkan bentuk kekuasaan semata. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh rekan wisudawan untuk tetap berani menjadi manusia dan tidak mengkhianati nilai-nilai kebenaran yang telah dipelajari selama empat tahun menimba ilmu. Perjalanan akademik Fawwaz mencerminkan konsistensi luar biasa sejak bangku sekolah. Ia merupakan alumnus terbaik MI dan MTs Pembangunan UIN Jakarta, serta lulusan terbaik MAN Insan Cendekia Serpong. Putra dari pasangan Prof. Dr. H. Suwendi, M.Ag, dan Prof. Dr. Hj. Mesraini, S.Ag., SH., M.Ag ini sempat diterima di lima perguruan tinggi terkemuka dunia di Asia, Australia, dan Eropa. Namun, ia memilih FH UI melalui jalur SNMPTN atas dasar tanggung jawab sosial dan pertimbangan moral agar tidak merugikan kesempatan adik-adik kelas almamaternya. Selama berkuliah, Fawwaz tidak hanya berhasil meraih predikat Cum Laude dan dinobatkan sebagai Wisudawan Berprestasi FH UI. Ia juga aktif dalam ruang pergerakan dan litigasi konstitusi di Mahkamah Konstitusi, termasuk mengawal pengujian UU TNI, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga advokasi Kesejahteraan Guru dan Dosen. Keterlibatannya dalam riset yang terpublikasi di jurnal Scopus dan Sinta makin mempertegas kiprah akademisnya. Perjalanan panjang Fawwaz dari madrasah hingga kampus perjuangan membuktikan bahwa pendidikan adalah sarana pengabdian nyata. Pelepasan wisudawan ini menjadi langkah awal baginya dan para lulusan hukum untuk hadir membawa manfaat, menjaga nurani, serta terus menegakkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Berita Terkini

MENGGENGGAM DUNIA LEWAT PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS

SERPONG — Suasana kelas 11 di MAN Insan Cendekia Serpong tampak berbeda dan penuh semangat. Suara gelak tawa, diskusi hangat, serta interaksi dinamis terdengar memenuhi ruangan. Para siswa tidak sedang mendengarkan ceramah satu arah, melainkan tengah terlibat aktif dalam program intrakurikuler English Conversation Class bersama pengajar penutur asli (native speaker), Mr. Wesley. Program intrakurikuler ini dirancang khusus untuk mengasah keterampilan bahasa Inggris para siswa secara alami dan intuitif. Mengusung semangat “Building Confidence Through Real Conversations”, kelas ini menjadi ruang aman dan interaktif bagi para siswa untuk mengekspresikan gagasan, melatih insting berbahasa, serta mengikis kecanggungan dalam berkomunikasi. Menembus Batas Teori melalui Percakapan Nyata Selama ini, pembelajaran bahasa sering kali berfokus pada penghafalan tata bahasa (grammar) dan kosakata di atas kertas. Namun, kehadiran Mr. Wesley membawa angin segar. Dalam atmosfer belajar yang komunikatif dan santai, para siswa kelas 11 IB diajak untuk langsung berpraktik melalui percakapan dua arah. Tidak hanya mengasah kemampuan mendengarkan (listening) dan berbicara (speaking), interaksi langsung ini terbukti ampuh membangun rasa percaya diri siswa. Mereka belajar menggunakan bahasa Inggris dalam konteks kehidupan nyata—mulai dari mendiskusikan topik sehari-hari hingga bertukar pikiran mengenai isu-isu hangat berskala global. Membuka Jendela Perspektif Global Pembelajaran ini bukan sekadar tentang menguasai tatabahasa asing, melainkan wadah untuk membuka wawasan dunia. Kehadiran native speaker membawa nuansa budaya, aksen, serta konteks kebudayaan otentik yang memperkaya pemahaman siswa. Lewat dialog yang mengalir lancar, para siswa diajak memahami bahwa bahasa adalah jembatan utama untuk menghubungkan berbagai latar belakang dan jalan pikiran. This is more than learning English—it is about using language to connect, communicate, and understand the world. Prinsip inilah yang menjadi pilar utama dalam kegiatan tersebut. Bahasa tidak lagi dipandang sebagai mata pelajaran yang menakutkan, melainkan sebagai alat untuk menjalin koneksi dan memahami keberagaman dunia. Melalui terobosan intrakurikuler ini, MAN Insan Cendekia Serpong terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis dan berkarakter, tetapi juga memiliki kepercayaan diri serta berdaya saing global di panggung internasional.

Berita Terkini

Alasan Siswa Asrama Dilarang Dijenguk 40 Hari

SERPONG — Setiap memasuki awal tahun ajaran baru, kebijakan pembatasan kunjungan bagi siswa baru di sekolah berasrama (boarding school) kerap memicu tanda tanya besar dari kalangan orang tua. Aturan yang melarang jengukan selama 40 hari pertama sering kali dianggap terlalu berat dan membatasi hubungan emosional antara anak dan orang tua. Namun, pihak pengelola lembaga pendidikan berasrama menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukanlah bentuk pembatasan kasih sayang. Aturan ini merupakan strategi pedagogis dan psikologis yang dirancang secara terukur untuk mengoptimalkan proses adaptasi, melatih kemandirian, serta membentuk karakter siswa. Fenomena homesickness atau kerinduan berlebihan terhadap rumah merupakan tantangan psikologis utama yang dialami remaja pada masa awal adaptasi. Hasil penelitian psikologi menunjukkan bahwa kunjungan orang tua yang terlalu dini justru berpotensi mengganggu proses penyesuaian diri. Interaksi tatap muka di fase awal dapat memicu kembali ketergantungan emosional pada suasana rumah, sehingga memperpanjang fase kecemasan dan menghambat pembentukan ikatan sosial baru di sekolah. Secara historis dan edukatif, penerapan durasi 40 hari bertumpu pada ijtihad tarbawi—sebuah formulasi strategi pendidikan berbasis pengalaman panjang lembaga berasrama. Dalam tradisi pendidikan Islam, masa 40 hari memiliki makna simbolik sebagai periode penguatan mental, penyucian jiwa, dan pembiasaan adab (ta’dib). Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten (istiqamah) dalam rentang waktu tersebut dinilai efektif mengubah perilaku menjadi tabiat atau karakter permanen. Selama masa adaptasi tanpa kunjungan ini, siswa baru diarahkan untuk menjalani rutinitas harian yang padat dan terstruktur. Mereka dibiasakan mengelola waktu secara mandiri, mengikuti kegiatan akademik dan keagamaan, serta berinteraksi intensif dengan teman sebaya dan pembina asrama. Lingkungan yang terfokus ini mendorong siswa mengembangkan strategi pertahanan diri (coping mechanism) yang sehat dalam mengatasi rasa rindu. Pihak sekolah menggarisbawahi bahwa aturan ini bukan berarti memutus komunikasi total antara anak dan keluarga. Komunikasi tetap berjalan melalui mekanisme resmi yang diatur sekolah, sementara kondisi akademik, kesehatan, dan psikologis siswa dipantau secara berkala oleh tim pengasuh. Keberhasilan masa adaptasi ini sangat bergantung pada komitmen dan kepercayaan orang tua. Menahan diri untuk tidak menjenguk pada 40 hari pertama merupakan bentuk dukungan nyata agar anak dapat menemukan jati dirinya sebagai pribadi yang mandiri, tangguh, berdisiplin tinggi, serta siap menghadapi masa depan.

Berita Terkini

SISWA BARU MAN SERPONG TASMI AL-QURAN

SERPONG — Mengawali tahun ajaran baru 2026/2027, sebanyak empat orang siswa kelas X angkatan 32 MAN Insan Cendekia Serpong melaksanakan kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an Bil Ghaib. Kegiatan ini merupakan program hafalan Al-Qur’an tanpa melihat mushaf yang diikuti oleh tiga orang siswi dan satu orang siswa di hadapan para pembimbing keasramaan (musyrif dan musyrifah). Rangkaian pelaksanaan tasmi dilaksanakan secara bertahap sejak akhir Juli hingga awal Agustus 2026 berlokasi di ruang Podcast MAN Insan Cendekia Serpong. Setiap peserta melafalkan juz yang telah dihafalkan secara langsung dengan disimak dan diuji oleh pembina masing-masing. Peserta pertama yang menyelesaikan tasmi adalah Naufal Tsany Rafif Kacaribu dari kelas X-3. Naufal memperdengarkan hafalan Juz 1 dan Juz 30 pada tanggal 26 Juli 2026 di bawah pendampingan Ustadz Arif Nur Rohman selaku musyrif. Selanjutnya, pada tanggal 8 Agustus 2026, dua orang siswi menyelesaikan pengujian hafalan secara bersamaan di hadapan Ustadzah Dinil Khusnah Islamia selaku musyrifah. Siswi pertama adalah Rumaisha Rizkana Parestio dari kelas X-2 yang memperdengarkan hafalan Juz 29 dan Juz 30. Siswi kedua adalah Zahira Kaisa Saliha dari kelas X-5 yang menuntaskan hafalan Juz 1 dan Juz 30. Adapun peserta keempat, Alaysha Sachi Setiawan dari kelas X-2, melaksanakan tasmi pada tanggal 9 Agustus 2026. Alaysha berhasil memperdengarkan hafalan sebanyak tiga juz, yakni Juz 1, Juz 29, dan Juz 30, dengan disimak langsung oleh Ustadzah Dinil Khusnah Islamia. Program Tasmi’ Al-Qur’an Bil Ghaib merupakan instrumen evaluasi berkala yang diselenggarakan oleh pihak pengelola keasramaan madrasah. Melalui ujian kelancaran hafalan ini, para pembina dapat mengukur akurasi tajwid, kerapian makhraj, serta daya ingat siswa terhadap ayat-ayat yang telah dihafalkan. Pihak madrasah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tradisi literasi Al-Qur’an dan menjaga kualitas hafalan para peserta didik baru sejak awal masuk ke lingkungan keasramaan. Hasil pencapaian dari keempat siswa kelas X ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa angkatan 32 lainnya dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas hafalan Al-Qur’an selama menempuh pendidikan di MAN Insan Cendekia Serpong.

Berita Terkini

MEDALI NUKLIR DARI ARAB SAUDI

Alhamdulillah, delegasi Indonesia, yang berasal dari MAN Insan Cendekia Serpong, Faris Chariansyah, berhasil meraih medali perunggu dalam ajang bergengsi Internasional Nuclear Science Olympiad (INSO) di Jeddah, Arab Saudi. Even yang diselenggarakan pada tanggal 2 sampai 9 Agustus 2026 itu diikuti oleh 60 peserta dari 15 negara di dunia. MAN ICS yang diwakilkan oleh Faris dan Hilmy (Hilmy Lazuardhy) Angkatan 29, terpilih sebagai dua delegasi Indonesia bersama 2 orang peserta lainnya. Faris bersama tim, yang berangkat dari Indonesia, didampingi oleh BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yang selama ini membimbing dan mendampingi persiapan mereka. Faris bercerita bahwa lomba dilakukan selama dua hari. Hari pertama berisikan tes eksperimen yang berisi tentang simulator reaktor nuklir dan analisis keamanan bahan nuklir, sedangkan hari kedua berisikan tes teori yang berisi tentang penanggalan radioaktivitas, reaktor nuklir, sensor, dan lainnya. Alhamdulillah Faris dapat menjalaninya dengan baik. Dalam penyambutannya setelah tiba di tanah air tadi pagi di lapangan upacara MAN ICS, Faris mengucapkan syukur pada Allah SWT dan juga berterimakasih pada guru yang telah banyak menginspirasi serta tidak lupa memberikan semangat pada adik-adik kelasnya, agar mereka terus berusaha memberikan yang terbaik. Bapak Kepala Madrasah juga memberikan apresiasinya yang tinggi kepada dua delegasi MAN ICS dan memberi semangat kepada adik-adik kelas untuk juga bisa mengikuti prestasi yang diraih di ajang-ajang internasional.   Alhamdulillah siswa MAN ICS telah banyak memberikan prestasi bukan hanya untuk diri mereka sendiri dan madrasah namun juga untuk harumnya nama bangsa dan negara, Indonesia di kancah internasional. Semoga capaian ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Berita Terkini

PENGUATAN PENCEGAHAN KEKERASAN DI MADRASAH BERASRAMA

SERPONG — Kementerian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam. Agenda nasional yang dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan bagi peserta didik di lingkungan pendidikan berbasis asrama. Pendidikan Islam berbasis asrama dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, akhlak, dan keilmuan para santri maupun siswa. Oleh karena itu, penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan fisik maupun pelecehan seksual menjadi prioritas utama. Penanganan isu kekerasan di lingkungan pendidikan dipandang perlu agar tidak mengganggu proses belajar dan perkembangan psikologis peserta didik. Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program tersebut, pihak madrasah mengirimkan dua orang perwakilan pembina asrama untuk berpartisipasi dalam kegiatan koordinasi nasional ini. Perwakilan yang ditugaskan yaitu Ustadz Muhammad Lukman dan Ustadz Ahmad Mubassyir. Kehadiran kedua pembina tersebut difokuskan untuk menyerap arahan teknis serta kebijakan strategis terkait mekanisme pencegahan kekerasan yang diterapkan oleh Kementerian Agama. Dalam pertemuan koordinasi tersebut, seluruh pemangku kepentingan menyepakati sejumlah langkah strategis. Langkah-langkah tersebut meliputi pembentukan dan penguatan kelembagaan Satgas di setiap satuan pendidikan, penyusunan indikator pengawasan terhadap aktivitas harian peserta didik, serta penyiapan mekanisme penanganan yang terintegrasi. Selain itu, kegiatan ini merumuskan program penumbuhan budaya berani melapor bagi seluruh warga asrama yang melihat atau mengalami tindakan kekerasan. Melalui konsolidasi ini, seluruh pembina asrama diharapkan dapat menerapkan sistem deteksi dini serta pengawasan yang lebih ketat di lingkungan tempat tinggal siswa. Pihak madrasah berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil koordinasi dengan menyusun regulasi internal yang selaras dengan panduan dari Kementerian Agama. Langkah preventif yang terstruktur ini diharapkan mampu mewujudkan sistem perlindungan anak yang berkelanjutan di lembaga pendidikan Islam. Dengan terciptanya suasana belajar yang kondusif, aman, dan ramah anak, seluruh peserta didik dapat menjalankan kegiatan akademik serta keagamaan di asrama secara optimal.

Berita Terkini

RENTETAN PRESTASI INTERNASIONAL SISWA MAN SERPONG

SERPONG — Siswa dan alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong kembali mencatatkan berbagai pencapaian akademik di tingkat nasional maupun internasional pada tahun 2026. Capaian ini meliputi penerimaan beasiswa perguruan tinggi, keberhasilan dalam olimpiade sains, hingga kemenangan pada kompetisi karya tulis ilmiah. Di tingkat perguruan tinggi, sebanyak 21 alumni angkatan 29 MAN Insan Cendekia Serpong resmi dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) untuk jenjang Strata Satu (S-1) di dalam negeri. Program beasiswa ini memberikan kesempatan bagi para lulusan untuk melanjutkan studi di berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Selain keberhasilan alumni, prestasi internasional dipersembahkan oleh Muhammad Arya Razan. Ia berhasil meraih medali perak pada ajang International Chemistry Olympiad (IChO) ke-58 tahun 2026 yang berlangsung di Uzbekistan. Kompetisi ilmu kimia tingkat dunia ini diikuti oleh peserta didik terbaik dari berbagai negara. Prestasi internasional lainnya diraih oleh dua siswi, yakni Sachio Diandra Najla dan Nachwa Aliefya Putri Dharma. Keduanya sukses meraih Medali Emas (Gold Medal) dan Penghargaan Kedua (Second Prize) pada ajang The 12th ASEAN Student Science Project Competition (ASPC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Mereka bertanding pada kategori Biological Sciences dengan menyajikan hasil penelitian sains siswa tingkat Asia Tenggara. Pada bidang karya tulis ilmiah, Muhammad Kika Febriyansyah mengukir prestasi dengan meraih Juara Pertama (1st Prize) dalam ajang Franklin Essay Prize 2026. Kika menjuarai kompetisi ini pada kategori General Science melalui penulisan esai yang dinilai berdasarkan ketajaman analisis serta literasi sains. Di tingkat nasional, siswa bernama Idrus Azzam berhasil meraih predikat sebagai Peserta Terbaik Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 untuk Jenjang Pendidikan Menengah Umum. Ajang pembinaan talenta nasional ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pihak madrasah menyatakan bahwa deretan pencapaian ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang terstruktur, kerja keras siswa, serta pendampingan intensif dari para guru. Keberhasilan siswa dan alumni di berbagai ajang internasional dan nasional ini diharapkan dapat terus memotivasi seluruh peserta didik MAN Insan Cendekia Serpong untuk meningkatkan kapasitas akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Scroll to Top